"Nak, Bapa pengen kamu lebih dari Bapa yang sekadar tamat SMA. Bukan karena Bapa tidak ingin sekolah sampai tingkat pendidikan yang tinggi melainkan Ende dan Ema (baca : Bapa dan Mama) tidak mampu kala itu. Bapa ingin kamu, kakakmu, dan adikmu kelak menjadi pribadi yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara serta hanya demi kemuliaan nama Tuhan" kata Bapa Mikael
"Berakit-rakit ke hulu. Berenang-renang ke tepian. Bersusah-susah dahulu. Bersenang-senang kemudian. Selamat belajar! Semoga sukses!" salam Bapa Mikael
Happy birthday, Bapa Mikael Gasar!!
Segala doa dan harapan Siena telah terpatri dalam nurani dan Bapa di Surga menghendaki-Nya. Pada hakikatnya, doa Siena : Bapa terus menjadi berkat bagi diri sendiri dan sekitar seperti yang selalu Bapa ajarkan kepada kami serta sehat selalu hingga someday kita bisa tour bareng ke Germany (one of my biggest dream that I've to achieve).
At this moment, I would like to share value yang saya belajar dari sosok Ayah, telah saya terapkan dan manfaatnya bagi diri saya sejauh ini.
Saya meyakini jika orang tua adalah Wakil Tuhan yang nyata terlihat di bumi ini. Saya percaya kita semua menyakini ini juga. Sehingga pada setiap aspek kehidupan saya hingga hari ini murni saya kerjakan dengan selalu dimotivasi oleh Bapa dan Mama saya. Hingga saya kerap dianggap "anak mami/anak papi" karena selama sudah hampir 11 tahun tinggal berjauhan dengan Bapa dan Mama selalu setiap hari barang semenit menghubungi orang tua saya melalui telepon seluler yang walaupun saya tahu Bapa dan Mama membutuhkan effort yang besar (harus ke kebun) untuk mengakses jaringan dan melepaskan tugas mereka hanya ingin berkomunikasi dengan saya.
Bapa adalah sosok Ayah yang selalu memotivasi mimpi anaknya serta memiliki cinta yang besar terhadap sesama. Bapa selalu bilang "IlmuMu bermanfaat hanya jika kamu mampu membuat orang lain berilmu". Artinya, berilmu saja tidak cukup. Kamu perlu untuk memanfaatkan ilmu yang kamu miliki untuk kesejahteraan orang lain. Bapa hanyalah sosok yang sekadar menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas. Pribadi yang lahir dalam keluarga dengan segala kekurangan. Even, Bapa berhasil menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA tidak semata-mata memperoleh biaya pendidikan dari orang tuanya melainkan juga perjuangan Bapa sendiri (menjadi konjak, menjual jagung, pernah menjadi fotografer yg menggunakan klise pada zaman dahulu, dan cara-cara yang sudah akrab bagi orang tua yang hidup pada zaman dahulu).
Hingga suatu hari, Bapa yang adalah satu-satunya anak laki-laki dari 7 bersaudara ini memutuskan untuk pergi merantau dengan cita-citanya yang besar "mau membangun rumah untuk Ende dan Ema (baca : Bapa dan Mama). Kala itu, kakek dan nenek saya menghuni sebuah gubuk kecil di Munta. Bapa merantau di Bali. Singkat cerita, Bapa saya perlahan-lahan bisa berbahasa Inggris dengan mengikuti kursus yang dibayar dengan menjadi Tukang Kebun dan pada suatu ketika diajak oleh satu keluarga dari Jerman untuk menjadi anak asuh mereka dan berangkat ke Jerman. Berulang kali, Bapa saya mempertimbangkan ajakan tersebut dan pada akhirnya Bapa tetap memutuskan untuk tidak mengiyakan ajakan tersebut karena besarnya cinta dan kasih-Nya untuk Ende Deta dan Ema John. Pada akhirnya, Bapa kembali ke kampung dan keluarga Jerman selalu bersurat dan mengirim dana untuk membantu Bapa dalam membangun rumah. Yang kemudian Ende Deta dan Ema John merasakan hidup beratap genting dan berdinding papan.
Perjuangan hidup Bapa selalu menjadi cerita yang Bapa bagikan kepada saya, kaka Ervan dan Wulandari. Kisah hidup yang acapkali memberikan kesadaran buat kami bahwa kami perlu mensyukuri kehidupan kami yang saat ini. Perjalanan hidup yang sedikit lebih baik dari perjalanan hidup Bapa. Seenggannya kami memiliki orang tua yang selalu support setiap mimpi kami. Sebut saja, kebutuhan apapun yang kami minta selama mendukung mimpi kami Bapa dan Mama selalu penuhi. Meminta uang dalam keadaan mendadak pun mereka penuhi yang hingga hari ini kami tidak tahu dengan cara seperti apa Bapa dan Mama memperoleh-Nya. Perjuangan Bapa dan Mama untuk kebahagiaan anak-anakNya benar-benar saya kagum. Setiap kisah hidup Bapa maupun Mama di masa lalu selalu menjadi senjata tersendiri untuk saya memaksimalkan setiap anugerah yang telah Tuhan berikan. Waktu, orang tua, sahabat, keluarga, kenalan, dan sebagainya.
Dua paragraf pertama pada cerita saya ini adalah pesan Bapa yang telah tertanam dalam sanubari saya. Yang menjadi motivasi untuk saya berjuang dan selalu bangkit dari keterpurukan saya. Saya yakin bahwa apapun mimpi kita pasti akan terpenuhi selama dibarengi tekad, usaha dan doa. Lebih daripada itu, saya selalu belajar bahwa doa dan restu orang tua adalah suntikan semangat yang luar biasa. Dalam sela-sela kesibukan, Bapa dan Mama selalu menyempatkan diri menanyakan kabar anak-anaknya nun jauh di sana. Tidak peduli harus ke sana-sini untuk mencari pinjaman handphone barangkali, ke sana-sini mencari jaringan, ke sana-sini mencari tempat untuk mengirimkan anakNya uang, yang terutama anak saya di sana baik-baik saja.
Laluuu.....
Aku, kamu dan KITA apakah sudah menanyakan kabar orang tuaMu hari ini? Ataukah kamu adalah orang yang menanyakan kabar orang tua hanya jika "ada maunya"?Sudahkah kamu memanfaatkan waktu kamu hari ini dengan baik?Layaknya Bapa dan Mama tak pernah mengenal istrahat hanya demi mencari sepeser uang logam sebagai tabungan untuk dikirimkan ke anaknya.
Kawan.....
Saya asli anak kampung. Lahir dan dibesarkan dengan kondisi harus gendong serigen, gendong keranjang, mencabut rumput, memberi makan babi, dll. Saya tahu persis perjuangan orang tua di kampung kendati hanya menyekolahkan anaknya yang satu orang seperti apa. Harus menghabiskan waktunya seharian untuk bekerja di kebunnya orang. Sebagian besar tidak mengerti tentang dunia perkuliahan sehingga kapan pun anaknya meminta uang selalu dikirimnya tanpa dikonfirmasi "Nak, uangnya untuk apa". Sebagai generasi unggul di masa depan, mari bersama-sama kita membanggakan diri sendiri dan orang tua sebagai support system pertama dengan memaksimalkan waktu yang ada untuk melakukan hal-hal yang positif. Kalo kata Maudy Ayunda "Buatlah diri kita menjadi pribadi yang cinta belajar".
Sekali lagi, saya ingin mengucapkan "selamat ulang tahun, Bapa Mikael". Terima kasih sudah selalu menjadi Bapa yang tak sekadar orang tua tetapi juga teman diskusi, sahabat dan tempat di mana Siena selalu berbagi cerita. Terima kasih untuk selalu mengobarkan semangat Siena untuk belajar tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri melainkan juga untuk sesama. Terima kasih karena cerita hidup Bapa pada zaman dahulu menjadi semangat dan catatan yang akan selalu membekas dalam hati hingga suatu hari Siena akan bilang "Bapa, Mama, Siena sudah menjadi ORANG dan anak itu telah menjadi ORANG juga"
I LOVE YOU, MY FIRST LOVE
Kupang, 10 Desember 2021
Anansia Siena