Kamis, 06 Juli 2023

Bahasa sebagai Jembatan Komunikasi dalam Pembangunan Politik Indonesia

    

           Gambar 1. Peserta SSP Batch 2 Kelompok V usai pertemuan dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nasional dan Kedeputian V Kantor Staf Presiden


        Hari ini (Jumat, 7 Juli 2023) bersama dengan teman-teman Sekolah Staf Presiden (SSP) Batch 2 dan secara spesifik kelompok V, saya magang di Kedeputian V Kantor Staf Presiden. Deputi V merupakan bidang yang menangani isu tentang politik, hukum, pertahanan, keamanan dan hak asasi manusia. Magang yang dilakukan ini bukan sekadar pelatihan biasa melainkan magang yang ril sebab saya dan teman-teman ikut serta bekerja dan belajar terkait isu ril yang saat ini ditangani oleh Deputi V Kantor Staf Presiden.
        Pada sesi pertama kami diberikan kesempatan untuk ikut dalam dialog tentang bahasa yang dipaparkan oleh lembaga pengembangan dan pembangunan nasional dengan agenda literasi papua. Sebagai peserta sekolah staf presiden kami diperbolehkan untuk terlibat dalam sesi diskusi baik dengan memberikan saran dan kritik maupun mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang isu literasi sesuai dengan pemaparan yang telah diberikan. Kami tidak hanya berdiskusi dengan badan pengembangan dan pembangunan bahasa melainkan juga bersama dengan Bapak/Ibu dari Kedeputian V Kantor Staf Presiden termasuk Ibu Ketua Kedeputian yakni Ibu Jaleswari Pramodhawardan (sebuah kehormatan yang tak henti saya syukuri). Refleksi hasil dialog ini saya paparkan berikut ini. Sekiranya bermanfaat untuk teman-teman semua.
    Dalam pembangunan politik Indonesia tentu dibutuhkan sebuah komunikasi dan komunikasi membutuhkan bahasa. Bahasa menjadi media komunikasi atau perantara dalam menyampaikan sesuatu. Terlepas dari itu, hari ini Papua memiliki kondisi literasi yang masih memprihatinkan. Papua memiliki banyak bahasa daerah. Ada 3 program prioritas kebahasaan antara lain: literasi kebahasaan dan kesastraan, perlindungan bahasa dan sastra dan internasionalisasi bahasa. Bahasa tidak hanya sekadar perihal membaca melainkan bagaimana kita dapat berperspektif dalam berbagai sudut pandang. Lebih jauh, Ibu Kepala Kedeputian V mengatakan bahasa pada hakikatnya merupakan "way of life". Sehingga setiap hal yang menjadi persoalan tentang bahasa bukan merupakan hal yang biasa namun crucial sehingga sudah seharusnya kita menyelesaikannya. Bahasa memegang fungsi yang besar dalam komunikasi. Bagaimana kita merumuskan ide, gagasan, perspektif tentang hal tertentu jika kita tidak memiliki bahasa.
     Indonesia memiliki beragam bahasa daerah namun tetap disatukan dengan bahasa Indonesia guna mengomunikasikan banyak hal termasuk komunikasi dalam penyelesaian berbagai masalah. Sama seperti halnya agama, Islam menjadi agama yang  mayoritas di Indonesia namun tidak dijadikan sebagai agama negara. Demikian pun dengan bahasa. Walaupun mayoritas warga berbahasa Jawa, dan sebagainya namun tetap bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu. 
   Literasi perlu untuk ditingkatkan. Bahasa daerah harus dilestarikan dan kemajuan pengembangan bahasa perlu diperhatikan. Saat ini badan pengembangan dan pembinaan bahasa telah berhasil merumuskan berbagai fitur yang meningkatkan pengembangan bahasa seperti KBBI Edisi V, Penjaring Penerjemah Daring, Budi.kemdikbud.go.id. Fitur-fitur yang ada memudahkan masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan untuk mengakses bahan-bahan bacaan secara gratis. Dalam hal ini hemat biaya dan waktu. Pengguna dituntut untuk melek teknologi untuk selanjutnya dapat mengakses fitur-fitur yang ada. Adapun gen z diharapkan perlu untuk melek teknologi, ikut meningkatkan pengembangan kemampuan berbahasa dengan inovasi dan kreativitas yang dimiliki. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah melakukan berbagai program untuk meningkatkan pengembangan dan pembinaan bahasa.
    Persoalan literasi di Papua juga tengah ditangani oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berupa revitalisasi bahasa daerah, pelatihan komunitas yang bergerak di bidang literasi, dan pendampingan anak-anak dalam menggunakan fasilitas belajar seperti buku yang telah disediakan. Bahasa Indonesia telah diusulkan untuk menjadi Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO. Salah satu hal yang membuat saya bangga ialah ketika salah satu jajaran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengatakan jika salah satu daerah di Jakarta dinamakan Jaklingko yang terdiri atas kata "jak" dan "lingko". Jak artinya Jakarta dan lingko berasal dari bahasa daerah Manggarai. Jadi, Jaklingko merupakan perpaduan antara kata Jakarta dan lingko (bahasa daerah Manggarai).
    Sebagai pesannya, pengembangan dan pembinaan bahasa bukan hanya merupakan tugas badan pengembangan dan pembinaan bahasa. Bukan juga sekadar tugas Duta Bahasa melainkan tugas kita semua sebagai masyarakat Indonesia. Seperti yang selalu digaungkan dalam Tri Gatra Bangun Bahasa "utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing". Salam literasi!!!




Jakarta, 7 Juli 2023
Anansia Siena

Minggu, 05 Maret 2023

You do you!!!

 


Akhir-akhir ini, saya banyak update tentang banyak tokoh yang dari mereka saya belajar banyak hal positif untuk kemudian berusaha untuk terus melakukan hal-hal baik bagi diri sendiri dan orang lain. Ada begitu banyak tokoh yang dengan ceritanya masing-masing super duper keren membuat saya hanya bisa mengangguk-angguk karena saking kagumnya. Sebut saja, Jerome Polin, Leonardo Edwin, Ibu Sastia Putri, Kak Celine, Kak Sabrina, Kak Zhafiraa dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya yang tak pernah henti menjamu cerita-cerita insipiratif tentang bagaimana mereka bisa mencapai banyak hal dengan waktu yang tiap kita sama 24 jam sehari.

Jadinya, saya merenung dan menyimpulkan sendiri jika mereka pada hakikatnya memiliki effort yang lebih dalam memaksimalkan waktu 24 jam yang Tuhan sudah kasi. Toh mereka juga manusia biasa sama seperti saya yang dianugerahi indera yang sama (hanya mungkin berbeda pada latar belakang keluraga, ekonomi, sosial dll). Tapi sejatinya, mereka sudah berusaha memaksimalkan waktu 24 jam sehari dlm hidup mereka dengan sebaik-baiknya.

Lalu kemudian, saya coba apply hal-hal positif dalam diri mereka. Se-simple listing down any activities yang bakal saya lakukan di esok harinya dan membiasakan diri untuk refleksi sbg evaluasi untuk perubahan di hari esok yang dilakukan malam sblm go to rest. Awalnya saya ambis untuk apapun yang terjadi saya harus bisa mencapai hal besar seperti yang kakak2 ini capai. Namun realitanya biar memaksimalkan sebisa saya waktu 24 jam sehari tetapi progress yang saya peroleh hanya sedikit dan sangat jauh dari apa yang mereka gapai. Situasi ini kemudian yang membuat saya realize beberapa hal yang saya berharap bisa bermanfaat buat siapa saja yang membaca tulisan saya ini.

1. Tiap orang ternyata punya titik start yang berbeda. Titik start saya dan Jerome tentu berbeda jauh. Si Jerome sdh pada level 10 dan saya baru di 1. Dan emang kita ga pernah bisa harus sama dengan orang lain. Jalan kita itu beda2. Akhirnya saya menyadari benar adanya apa yang  disampaikan Kak Imam dalam salah satu takarir unggahannya di instagram "You do you. What works for me might not work for you". Artinya bahwa lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Apa yang berfungsi atau bekerja pada diri saya mungkin tidak bekerja untuk diri kamu. Jadi, ga usah terlalu berusaha jadi seperti orang lain. Berjuang ajah sebisa kamu. Kalo udah maksimalkan waktu kamu sehari itu dg hal2 baik ajah itu udah jadi hal yang harus diapresiasi.

2. Cerita hidup orang kadang kita cuma lihat dari hasilnya saja tapi perjuangan atau proses yang orang itu lewati kita ga pernah peduli. Pdhl si Jerome yang bisa buka begitu banyak lapangan pekerjaan dan mempekerjakan begitu banyak orang, kerjanya begitu berat. 1 menit ajah waktu sllu diisi dengan hal-hal positif. Jadi, mari kita merefleksikan proses yang orang lewati daripada hanya melihat hasilnya. Proses ini sebenarnya kemudian yang menjadi pelajaran untuk kehidupan kita. Tetapi tetap kembali ke poin pertama.

3. Comparing values kita sama values orang lain adalah hal buruk yang sangat mempengaruhi perkembangan diri kita bahkan kebahagiaan kita untuk melewati hari-hari hidup kita. Nilai hidup kita itu bukan dari seberapa banyak prestasi yang kita miliki, bukan seberapa banyak hal baik yang kita lakukan tetapi menurut saya hal pertama yang menjadi values diri adalah sejauh mana kita mencintai diri kita dengan  mengisi setiap waktu kehidupan dengan hal-hal yang tidak merugikan pertama diri sendiri baru kemudian orang lain. Oleh karena itu, mari embrace everything in our life.

I guess, that's enough. Selamat mulai mempersiapkan diri untuk setiap rencana minggu ini teman-teman. Sehat dan bahagia selalu ~~~~~ 

Upsss, anyway!!! Kalo ga keberatan boleh dong share pendapat kalian tentang tulisan2 saya yang iseng2 ini. Kritik dan saran kalian sangat saya butuhkan hehehe. Kalo bermanfaat, jgn lupa dishare hehe biar yg lain kebagian berkatnya gesss. Thank you ya


Kupang, 5 Maret 2023

Siena

Minggu, 06 November 2022

The Source of Joy


Kebahagiaan adalah cita-cita kebanyakan orang. Tidak ada yang menolak bahagia. Tidak ada yang membenci kebahagiaan. Ataukah kamu membencinya? Hemat saya, sebagian besar kita mencintai kebahagiaan. Saya ingin kembali merefleksi renungan yang disampaikan oleh Romo Adit pada Sabtu, 5 Juni 2022. Hari yang mana sebagian besar anak muda memanfaatkannya untuk nongkrong dan kenikmatan lain yang memanjakan hati dan pikiran. Tetapi hari ini Dia membawa saya untuk barang sedikit menyingkirkan diri dari kenikmatan-kenikmatan tersebut melainkan bersapa dan berdialog dengan-Nya. Adalah suatu kehormatan dan kebahagian bagi saya yang tidak punya apa-apa dan ada dengan segala keterbatasan.

Mari kembali kepada refleksi saya....

Malam itu Dia hadir. Sungguh saya merasakannya. Cinta yang tidak akan pernah dapat disaingi oleh cinta manusia. Cinta yang tulus, besar dan kekal. Saya tidak ingin menghakimi siapapun tetapi murni refleksi ini adalah tentang diri saya. Saya selalu menginginkan kebahagiaan. Bahkan, tidak sedikit untaian doa saya selalu mendambakan hal-hal yang baik. Tuhan, saya ingin sehat. Tuhan, saya ingin lulus ini dan itu. Tuhan saya ingin Engkau anugerahkan kesehatan untuk orang tua saya, dan masih banyak lagi untaian doa dan permohonan akan hal baik yang terlalu panjang untuk saya ungkapkan di sini. 

Dia tidak ingin saya berjalan pada jalan yang saya kehendaki. Sehingga kehendak saya tidak terjadi. Dengan kata lain, saya kerap menyebutnya dengan "doa saya tidak dikabulkan". Lalu, saya menangis. Menyalahkannya bahkan mencurigai Dia, Sang Empunya Kehidupan. Miris. Tetapi itu yang selalu saya lakukan. Kamu, saya dan kita acapkali datang kepada-Nya hanya ketika dilanda penderitaan. Memohon-mohon tanpa tahu malu. Dengan semena-mena kita meminta begitu banyak hal dan tanpa disadari kita menuntun Dia untuk harus memenuhi apa yang kita inginkan. Bersungut tanpa kenal lelah. Berlutut tanpa merasakan kesakitan bahkan waktu yang kerap kali hanya dihabiskan untuk kepentingan sendiri di saat-saat pahit itu sungguh hanya diberikan kepada-Nya.

Saat angan tak tergapai, kita dengan tanpa merasa bersalah menghardiknya. "Tuhan tidak adil. Tuhan tidak mencintai saya". Namun ketika kehendak-Mu adalah kehendak-Nya pula, apakah kamu datang untuk bersujud dan berterima kasih kepada-Nya? Nyatanya, kita tidak melakukannya. Situasi bahagia menghilangkan ingatan kita kepada Dia yang bekerja dan berkuasa sehingga semua-Nya terjadi. Saking bahagia, kita merayakannya tanpa menengok untuk barang semenit berucap "Engkau sungguh baik. Terima kasih, Tuhan".

Dia mengetahui yang paling terbaik untuk hidup kita. Saat doamu tidak Tuhan restui bukan karena Tuhan tidak mencintaimu sebaliknya Tuhan sungguh mencintaimu yang oleh karena cinta yang besar itu Tuhan tidak ingin kamu berjalan pada jalan tersebut karena Tuhan telah mempersiapkan jalan yang lebih baik daripada itu. Kita seringkali berpikir Tuhan menjawab doa kita sedikit terlambat tetapi tidak untuk Tuhan. Tuhan tahu waktu yang tepat untuk menjawab doa kita.

Hidup dengan menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan akan memampukan kita bersukacita dalam duka. Mengucap syukur untuk setiap penolakan, luka dan penderitaan. Melihat masa depan dengan cerah dan masa lalu sebagai pelajaran yang tidak menggoyahkan tekad dan motivasi kita untuk bersukacita dalam pengharapan akan Tuhan Yesus. Karena di balik luka akan ada suka yang Tuhan telah persiapkan.

Usai hujan saja ada pelangi kan?

"Biarlah kehendak Tuhan yang terjadi bukan kehendak saya. Terjadilah padaku menurut perkataanMu" adalah doa yang sangat disarankan untuk kita sampaikan kepada-Nya. Terima kasih untuk Romo Adit dan teman2 PDKK yang selalu membantu untuk bertumbuh bersama sebagai anak muda yang takut akan Tuhan.


                                                                                                                                7 November 2022

                                                                                                                                    Anansia Siena

Minggu, 12 Juni 2022

My Powerful Woman

 


The photo above was taken when I took a vacation in village during my journey of senior high school and then Mama invited me to go to her school to help Mama taught her children. Habis wisuda, Siena kunjung lagi ke tempat mama mengajar yah, Ma..

Happy birthday, Mama Agnes Lin.... Ma, there is no words that could describe how much my love for you Ma. Terima kasih sudah menjadi Mama yang sabar, kuat, rendah hati, bijaksana that I couldn't ask more. Terima kasih sudah melahirkan, dengan sepenuh hati merawat kami bertiga dan mendidik kami dengan cinta dan kasih yang tidak dapat kami temukan pada tempat lain. Terima kasih, karena lelah tidak Mama hiraukan, pahitnya kehidupan Mama lewati dengan sangat luar biasa hingga membentuk kami dengan pribadi yang Mama bisa lihat hari ini. Terima kasih Mama sudah dengan sangat sabar mencintai kebaikan dan keburukan tingkah dan tutur kata kami. Terima kasih karena Mama sudah mengorbankan banyak hal untuk kebahagiaan kami. Mama sudah tidak peduli pada kebahagiaan Mama hanya demi kebahagiaan kami. Mama hanya selalu mengenakan pakaian yang sama dari tahun ke tahun karena harus menyisihkan uang untuk membiaya kehidupan, pendidikan kami. Ma, Anansia Siena mencintai Mama selama-lamanya. Cinta yang tidak pernah berubah kemarin, hari ini till the end of my life. Sekali lagi, HAPPY BIRTHDAY MY ROLE MODEL, MY POWERFUL WOMAN, MY ENDLESS SUPPORT SYSTEM. Kesehatan, anugerah cinta dan kasih Tuhan, umur yang panjang dan kebahagiaan senantiasa memahkotai hidup Mama selalu. God love you so much Ma and so do I 💓💓💓💓💓💓💓💓💓

In Mama's special birthday yang ke-54 tahun, saya ingin berbagi refleksi pribadi saya yang barangkali bermanfaat untuk teman-teman semua. Here, we go!!!

Mama adalah sosok yang benar-benar dari-Nya saya belajar banyak hal tentang cinta dan kasih seorang Ibu terhadap anak-Nya. Hal utama yang selalu saya tanam dan akui adalah orang tua baik Bapa maupun Mama pada hakikatnya Wakil Tuhan yang nyata terlihat di bumi sebagai tempat persinggahan kita. Menghormati orang tua menjadi awal yang baik untuk meraih mimpi-mimpi besarMu dalam hidup. Dan saya sangat percaya dengan hal demikian. I guess, this is value yang saya selalu sharing dengan siapapun yang saya jumpai. (Mungkin) ada beberapa teman yang kerap berpikir orang tua teman-teman tidak mencintai kalian dan terkadang iri dengan keakraban orang di sekeliling kalian dengan orang tua mereka even kalian kerap berpikir "Tuhan, betapa bahagianya mereka. Punya orang tua yang.....Kenapa orang tua saya tidak secinta itu kepada saya?" Hei, c'mon! Tidakkah kamu tahu jika orang tuaMu selalu menyelipkan namaMu dalam setiap doa mereka? Tidakkah kamu tahu jika jauh di sana mereka selalu membangga-banggakan anak mereka? Tidakkah kamu tahu jika mereka menyembunyikan lelah, kekurangan mereka hanya ingin kamu sebagai anaknya bahagia? I realized jika cinta tiap orang tua kepada anak-anaknya berbeda. Ada yang terekspresi secara jelas melalui ucapan, tindakan mereka. Ada juga yang mencintai dalam diam. Jadi, you have to know that "YOUR PARENTS ALWAYS PUT YOUR NAME ON THE FIRST PLACE IN EVERY SINGLE OF THEIR PRAYERS". Oleh karena itu, apapun kondisi yang kamu alami sekarang, keadaan orang tua yang tidak pernah damai (broken home), tetaplah terus berdoa yang terbaik untuk Bapa dan MamaMu. They truly love you, dear!

Just for sharing and this is the most special reflection of mine that Mama and world have to know about my Mama's biggest love for me.....

Dulu waktu masih SMP/SMA, biasanya kalau liburan (pulang ke rumah) Mama selalu bercerita tentang perjalanan kehidupan keluarga kami di sela-sela pekerjaan seperti masak, kerja di kebun, atau waktu berkumpul bersama setelah makan. Mama lahir dalam keluarga dengan penuh kekurangan. Mama adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara yang mana laki-laki hanya 1 orang. Ibu dari Mama meninggal ketika Mama masih berusia 2 tahun. Jadi, Mama dan ke-5 saudara Mama tinggal dengan Ibu Tiri (Ayah dari Mama beristri 3). Tetapi, menurut cerita Mama, Ayah (kakek kami) kala itu sangat bertanggung jawab atas ketiga istrinya. Orang tua Mama hanya petani biasa, yang tidak memiliki hasil pertanian khusus tiap tahun. Sehingga, biaya kehidupan keluarga hanya diperoleh dengan bekerja pada kebun orang lain atau setiap hari bekerja di kebun sendiri (menanam ubi, membajak sawah, dll). 

Singkat cerita, Mama memiliki mimpi yang besar untuk melanjutkan pendidikan usai tamat SMP. Karena orang tua Mama tidak mampu akhirnya Mama tinggal dengan kakak pertamaNya yang sudah berkeluarga dan mereka membiayai studi Mama. Saat itu, Mama menempuh pendidikan SPG. Untuk mendapatkan uang saku (biaya pendidikan dan kehidupan) Mama harus pandai-pandai. Artinya, Mama harus rajin bekerja di kebun saat liburan agar saat kembali ke asrama, orang rumah memberikan uang sebagai bekal untuk biaya kehidupan di tanah rantau. Hingga akhirnya, Mama berhasil menyelesaikan studi di SPG dan mengajar di tempat Bapa tinggal.

Benar adanya, pepatah yang kerap digaungkan "Hidup itu harus dimulai dari nol. Untuk mencapai kebahagiaan kamu perlu melewati tangga-tangga kehidupan yang tentu saja tidak mudah". Mama menikah dengan Bapa yang meskipun hanya sosok petani dan tamat SMA saja (karena cinta yang besar hehehe). Pertama kali membangun kehidupan keluarga, Mama tidak hanya bekerja sebagai seorang Guru. Tetapi lebih daripada itu Mama juga banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di kebun. Usai mengajar di sekolah, Mama akan bergegas ke kebun (Such a wonderful woman that I've ever know and assuredly trul grateful to have Mama in my life). Tulis ini sambil nangis wehhhhh....... My father also just comes from family yang tidak berbeda jauh sama Mama. Mereka hidup mostly cuma makan jagung dan ubi. Nasi ala kadarnya (kalau ada berkat). Till someday (in 2002) when I was 2 years old, terjadi musibah di desa kami. Terjadi perkelahian antar kampung karena persoalan tanah and thank God our family was safe. Gimana perjuangan Mama pada saat itu (try to safe me as her gorgeous treasure) dari orang-orang yang mau membakar rumah is something yang make me still proud of Mama. How lucky I am to have a powerful mother like Mama Nes. Ma, your love couldn't describe in word. Siena sayang sekali sama Mama💗💗💗💗💗

Till one fine day, Tuhan izinkan keluarga kami memperoleh berkat yang luar biasa. Melalui segala pengorbanan, lika-liku kehidupan, kepahitan, akhirnya Bapa Mama berhasil membangun rumah sendiri and we can live without any fear. God is good all the time. Tetapi, didikan Mama tidak pernah berubah. Cinta dan kasih Mama tidak pernah berubah. Kami selalu diajarkan bagaimana hidup selalu penuh dengan syukur. Apapun itu. Sesuap nasi tanpa lauk tiap hari saja adalah hal yang harus tetap disyukuri. Mama mengajarkan kami bagaimana hidup apa adanya. Mencintai kesederhanaan seperti apa. 

This might be the funniest part for you but something yang I have to proud dari didikan Mama. Mama mengenakan pakaian yang sama dalam 2 hari baru kemudian diganti kecuali pakaian dalam tentunya. Why do my mom teach us like that? I know, it is not good for our health kalo ditelaah lebih jauh. Tetapi, for people dengan kekurangan yang ada (punya pakaian beberapa saja, punya uang beberapa saja untuk membeli detergen, dll) harus melakukan ini. Salah satu cara gimana buat hidup hemat. I don't really shy to share other people about this one. Sebaliknya, I proud of Mama. Karena didikan Mama, akhirnya kami as her children terbiasa untuk menghargai sekecil apapun berkat yang kami peroleh dalam hidup kami. Besides, Mama itu ga pernah lho gonta-ganti pakaian. Kalaupun beli pakaian baru mungkin sekali dalam 2 tahun. Dulu bahkan tidak pernah beli pakaian baru. Even sekarang, Bapa dan Mama memiliki berkat yang lebih tetapi Mama ga pernah gonta-ganti pakaian. Justru, when we asked for beli pakaian baru, Mama ga pernah bilang "Mama, ga ada duit" NEVER! My mom selalu memenuhi permintaan kami selama hal itu menyenangkan hati kami dalam hal positif tentunya. Tetapi penampilannya sendiri, Mama tidak pernah peduli. See! Betapa besarNya cinta seorang Mama!

Sampai hari ini (di usianya Mama yang ke-54 tahun), Mama tetap menjadi sosok Mama puluhan tahun yang lalu. Mama memiliki peran yang begitu banyak. Menjadi Guru untuk anak-anak di tempat Mama bekerja, menjadi Guru sekaligus Ibu untuk Bapa dan kami anak-anak di rumah, menjadi Bendahara dalam keluarga. Mama sangat mencintai anak-anak didikanNya di sekolah. Mama sangat loyalitas. Bekerja bukan  sekadar karena tanggung jawab tetapi lebih daripada itu Mama ingin anak-anak didikan Mama di sekolah menjadi pribadi yang cerdas dan berdampak tidak hanya bagi dirinya sendiri melainkan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara hanya demi kemuliaan nama Tuhan. Poin sama yang Mama impikan dan selalu ajarkan kepada kami anak-anak Mama di rumah. 

Desember 2021 kemarin, ketika Bapa, Mama, dan saya ke Jogja menghadiri acara wisuda kakak sulung I was melted sama cinta Mama sama anak-anak didikannya di sekolah. When, I asked Mama buat lebih lama lagi di Jogja (sementara Mama cuma izin dari sekolah 1 minggu) Mama was said "Kasihan anak-anak di sekolah. Sudah tidak bisa membaca, tidak bisa menulis lagi. Jadi, Mama harus segera pulang. Toh, izin juga hanya untuk seminggu". Oh Gosh! My mom is wholeheartedly love her children in school.

Kalau pulang libur, biasanya saya menjadi anak yang paling Bapa Mama rindukan (Wulan dan ka Epang jangan iri e hehehhe) untuk urut. Karena entah kenapa kata Bapa Mama tangan saya adalah tangan yang paling bagus dan rasanya enak kalau urut Bapa Mama. Hehehe. Jadi, tiap kali liburan pasti sudah menjadi kewajiban untuk saya urut Bapa Mama. Mungkin karena Mama merasa iba dengan tangan saya yang mungil ini hahaha, Mama selalu bilang "Mama tidak usah urut. Mama tidak capeh". Ternyata, Mama is so tired but she don't want her beautiful girl capeh juga karena urut Mama. Lagi-lagi, daku mewek tulis ini wehhh....... But, frankly saying I really proud and appreciate my beautiful, strong, and favorite mama.

That's my story about Mama. Masih banyak sekali sih tetapi for this part segituuu dulu. What are the things that I gonna remind y'all adalah "Your parents spesifically your Mom wholeheartedly love you" Then, refleksi bagi kita bersama adalah "sudah sejauh mana kamu mencintai orang tua kamu especially mama kamu? Kita ga pernah bosan bahkan ga pernah alpha barang sehari saja untuk berkabar dengan pacar kita, tetapi pernahkah kamu berkabar atau menanyakan kabar ortu kamu as the one yang ga pernah lupa sama kamu? 

Orang tua kita tidak meminta kita harus membalas jasa mereka dengan materi bahkan "meminta" kita untuk membalas jasa mereka pun tidak pernah mereka lakukan. Tetapi, sebagai seorang anak sudah sepatutnya kita membalas jasa mereka. Tidak harus besar-besar kok. Kalau sekarang Bapa Mama percayakan kita untuk sekolah, yuk gunakan waktu dengan baik untuk belajar dengan tekun, agar kelak menjadi pribadi seperti yang kita mimpikan. Dan sesungguhnya orang tua hanya menikmati perasaan bangga atas pencapaian anak-Nya. Oh iya, jangan lupa berkabar atau tanyakan kabar orang tuaMu tiap hari ya. Mereka semakin menua lho. Waktu bisa ajah berulang tapi momennya ga akan bisa diulang lagi. 

Ga ada kata terlambat untuk siapapun itu. Go contact your mom and then don't be shy to say "Ma, you have to know that I really love you. Forgive me for all of my mistakes and I'll always try my best. Don't go, Ma. I need you everday"

Ma, terima kasih dan maaf untuk segala kesalahan Siena. I'll always try my best for my happiness and create a hapiness too in your life. Once again, HAPPY BIRTHDAY MA. I LOVE YOUUUUUUU



 Kupang, 13 Juni 2022
 Anansia Siena


Minggu, 05 Juni 2022

Astrid's Birthday



Selamat ulang tahun Dear Astrid, my role model yang till today I can't thank enough for God's blessing through her in my life. Tuhan Yesus selalu melimpahkan kesehatan, umur yang panjang, berkat dalam setiap usaha dan kerjaMu, kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, dan Roh Kudus yang selalu memampukan Astrid menjadi berkat bagi diri sendiri dan sesama demi kemuliaan nama Tuhan. I love you more than you know.

One thing that I should grateful in my life adalah bisa bertemu dengan sosok seperti Astrid. Ramah, baik hati, bijaksana, sabar dan mau dengan tulus hati mendengarkan saya saat saya berbagi cerita kala dirundung masalah. Membuat saya selalu tak henti berucap "Tuhan Yesus, Engkau sungguh sangat baik."

Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) St. Mikhael yang mulanya PDKK St. Sisilia adalah komunitas tempat kami dipertemukan. Saat itu, masih malu-malu. Masih enggan untuk menyapa karena baru pertama kali bertemu. Hingga, I didn't know detailnya sehingga kami bisa akrab. Se-akrab itu bahkan saya merasa Astrid selalu mengganggap saya seperti saudari kandung sendiri.

Tiap kali saya sibuk dengan aktvitas duniawi saya (kuliah, organisasi, kompetisi, dll) hingga lupa Tuhan, Astrid menjadi salah satu alarm yang mengingatkan saya jika "Usaha tanpa doa dan doa tanpa usaha hanyalah sia-sia. Keduanya harus selalu beriringan". Astrid juga pribadi yang dengan-Nya saya selalu berusaha meredam keegoisan saya untuk belajar memberikan sedikit dari apa yang saya miliki dengan tulus hati kepada orang lain yang membutuhkan.

Astrid mengajarkan saya bagaimana indahnya berbagi. Tiap kali mendapat kiriman dari keluarganya (sayur, ubi, dll) pasti selalu ingat saya, anak asrama yang super hemat ini hahaha. Pemberian dari Astrid tentu kebahagiaan dan pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Selain saya akhirnya bisa menghemat uang untuk membeli sayur di hari itu, saya juga memperoleh pelajaran hidup bahwa ternyata cinta Tuhan itu tidak muluk-muluk diberikan ke kita tetapi terkadang melalui orang-orang di sekeliling kita. Lesson learend that I earned juga  adalah indahnya berbagi. Berbagi dengan ketulusan hati menyisihkan seribu kebahagiaan di dalam sanubari. 

Astrid, kamu sudah menjadi berkat yang luar biasa bagi diriMu dan orang-orang sekitarMu. Tuhan Yesus sungguh mencintaiMu. Tetaplah menjadi berkat. Mari kita selalu bergandengan tangan untuk tetap bertumbuh dalam iman akan Tuhan Yesus.

Pelajaran yang ingin saya bagikan kepada teman-teman semua dari pertemaanan kami adalah: 
1. Please, put God on every single of our activities. Tuhan Yesus tidak menyisihkan waktu barang semenit untuk kita melainkan tidak ada 1 detik, 1 menit pun waktu yang Tuhan lewatkan untuk menyertai kita. Oleh karenanya, sudah sepatutnya kita menyisihkan waktu barang semenit untuk mengucap syukur kepada Tuhan. He is good all the time.
2. Cinta Tuhan itu juga dapat kita nikmati melalui orang-orang yang kita jumpai. Baik orang tua, sahabat, teman, kenalan, pacar, dll. Jadi, please cherish every single moment with your beloved one.
3. Berbagi itu indah. Apalagi kalau memberi dari kekurangan tetapi dengan hati yang tulus. That's something yang sangat sukar dilakukan. Tetapi, dicoba saja! It would create kebahagiaan terkira kalau kita bisa.
4. Lingkungan sangat mempengaruhi pertumbuhan diri kita. Jika, teman-teman merasa saat ini terlalu banyak waktu untuk bermain, jalan-jalan sebagai pelampiasan atas masalah teman-teman, ingat Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkanMu. Jika kamu ada masalah, cari Tuhan Yesus. Komunitas PDKK menjadi salah satu wadah yang bisa kamu ikuti dan pastinya di sana kamu akan bertemu teman-teman yang akan support kamu dan belajar bertumbuh bersama dalam iman akan Tuhan Yesus. We are very welcoming you all. Come and join us as soon as possible! Contact me in 081237781799 jika mau bergabung. 

Thank you for reading this! Once again, happy birthday my dear Astrid. We all love you everafter!


Kupang, 6 Juni 2022
Anansia Siena
 

Rabu, 01 Juni 2022

Only Your Self that Yours

2 Minggu terakhir, I faced a problem that a bit funny if I've to remember that hehehe. But, one thing that I'm grateful is that in every single problem that I faced, I always got new insights that I guess it might be bekal for my future. Lemme share you here!

Kalian pernah ga punya sahabat? teman? atau pacar? Atau gini deh, do you guys still have parents? Ku pengen tahu lebih dalam bolehlah yah..... Seberapa besar sih sayang kalian sama orang-orang yang kalian kasihi? Lemme guess, y'all assuredly really love ur parents, your girl/boyfriend, ur best friend right? Siapa sih yang ga sayang sama ortunya. I my self, sangat mencintai orang tuaku, my best friend, my siblings even orang-orang yang baru ku kenal baik di komunitas, tanah rantau atau sekadar berpapasan ku telah menaruh rasa sayang pada mereka. Bahkan, for this time, I can't descirbe in word how much I love my beloved one especially my parents.

Tapi, sadar ga kalo ternyata siapapun mereka di luar diri kita sendiri bukanlah milik kita. Sama sekali BUKAN!! Pun sebaliknya, they have their own life, their own self that would be their ever after. This is the value that I would love to share y'all. Entah pacar, entah teman, entah orang tua, entah sahabat mereka bukan milik kita. Yang menjadi milik kita selamanya adalah diri kita sendiri. 

Ketika kamu dibanjiri perasaan suka dan duka emang iya mereka bakal ada tetapi gimana bisa melewati semuanya dengan tetap penuh sukacita adalah DIRI KAMU SENDIRI. Right? Bukan berarti saya melarang teman-teman untuk mencintai orang-orang di sekeliling kalian. No way! I just want you guys tahu mencintai diri kalian for the first place. Tuhan juga mengharapkan kita mengasihi orang lain right? Tapi, ingat! Tuhan mengharapkan kamu mengasihi mereka sama seperti mengasihi diriMU sendiri. 

Karena, we all have to recognize jika penolakan, kehilangan, perpisahan pasti akan selalu ada dalam kehidupan kita. It is totally wajar if you're sad, if you're cry, if you're feeling guilty, or etc. Tapi, yang tidak wajar adalah kamu terlarut dalam kesedihanmu sampai lupa kalo kamu masih punya hari yang panjang untuk kamu lalui. Waktu yang teramat panjang yang Tuhan sudah berikan dan untuk melewati hari-hari itu kamu butuh DIRI KAMU yang kuat, sehat, dan gigih. Cintai diri kamu dengan tetap bersukacita. Jangan terlarut dalam luka! Bangkit yuk! Go refresh! Or visit Gramedia to spend your time with reading book. Explore too much positive things to heal your heart bestieeee!

Perjalanan hidup ini masih panjang lho ternyata. Kalo kamu sedih terus, kalo kamu terlarut dalam masalah kamu terus, lalu gimana dong dengan masa depan kamu yang harusnya sangat cerah dan menunggu kamu untuk meraihnya. Jadi, pada dasarnya apapun yang terjadi dalam kehidupan ini harus dengan ketegaran dan penuh sukacita kita harus mampu lewati. Masalah pasti ada. Penolakan pasti ada tapi ayo jadikan itu sebagai pelajaran berharga untuk kamu memulai hari kamu yang baru. Do some reflection that might help you to know what kind of kekurangan yang kamu miliki yang membuat masalah itu terjadi. Find your beloved one untuk sharing. Pastinya, ketemu Tuhan karena Dia selalu ada untukMu.

Last but not be the least, this is for all powerful women out there, ga pernah dipungkiri kalo manusiawi  punya perasaan cinta dengan laki-laki di luar sana. Poin yang pengen aku ingatkan adalah "Don't spend too much time untuk orang-orang yang tidak memperjuangkan kamu. Yang insecure dengan kesuksesan kamu. Raihlah cita-citaMu! Tetap bermimpi besar! Laki-laki yang kuat seharusnya sangat bangga memiliki kamu". Kalo ada penolakan, it is totally okay! Jangan terlarut dalam kesedihan. C'mon! Your future still waiting for you, girls! If they really love you, they will struggle for you not only by their words but more than that. It is ACTION! Cheers!


Kupang, 2 Juni 2022

Anansia Siena


Senin, 30 Mei 2022

Etika Ekologi Membasmi Krisis Lingkungan



Persoalan yang berkaitan dengan lingkungan hidup hari ini menjadi salah satu bahasan publik. Pasalnya, hampir semua media marak membicarakan hal ini. Selain itu, berbagai kalangan melakukan begitu banyak gerakan untuk mengatasi permasalahan ini tak terlepas pihak pemerintah mengeluarkan banyak kebijakan dalam bentuk perjanjian dan peraturan antar negara. Namun, menelaah dari beberapa referensi yang mengulas tentang lingkungan hidup, saya menyadari jika masalah lingkungan hidup pada hakikatnya adalah persoalan moral yang merujuk pada perilaku manusia sebagai ekosistem biotik. Ekosistem adalah interaksi (hubungan) timbal balik antara makhluk hidup (hayati) dengan unsur-unsur non hayati (abiotik) dalam suatu wilayah yang membentuk tatanan satu kesatuan. Sebagaimana diketahui, unsur hayati meliputi tumbuhan, satwa atau hewan, mikroorganisme, dan manusia. Sedangkan unsur non hayati merupakan unsur fisik dan kimia, seperti tanah, batuan, air, udara, sinar matahari, curah hujan, suhu atau temperatur dan faktor iklim lainnya, bahan anorganik (nitrogen, fosfat, karbon, dan sebagainya), serta bahan organik (karbohidrat, protein, lemak, dan lain-lain). Hubungan timbal balik yang dinamis dan seimbang terjadi antar unsur tersebut sehingga tercipta lingkungan yang mendukung kehidupan makhluk hidup dalam ekosistem tersebut. Di dalam ekosistem terjadi proses ekologi, yakni siklus materi dan energi antar organisme dan anorganisme.

Lingkungan hidup sebagai akibat dari hubungan timbal balik unsur dalam ekosistem merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (Manik, 2016). Membahas tentang lingkungan hidup tidak akan terlepas dari lingkaran makhluk hidup secara khusus manusia yang menurut KBBI adalah makhluk berakal budi (mampu menguasai makhuk lain). Terutama dalam definisi lingkungan hidup di atas secara jelas menyebutkan komponen “manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia…..”. Secara tersurat melalui definisi ini, kita dapat memahami jika manusia secara sadar membutuhkan eksistensi lingkungan hidup bahkan pada hakikatnya menghuni lingkungan hidup itu sendiri. Artinya, manusia memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan merawat lingkungan hidup itu agar terlihat asri sehingga nyaman untuk ditempati dalam kegiatan berinteraksi setiap hari. Namun, tidak dapat dielak bahwa realita menunjukkan jika masih  ada manusia bersikap immoral terhadap lingkungan hidup yang diyakini sebagai sumber kehidupannya. Mirisnya, tindakan ini pun dilakukan secara sadar dan sengaja.

Sebut saja, pada tahun 2013 PT Damagas membuang limbah cair ke laut. Sebelumnya Perusahaan PT Damagas mengakibatkan Pabrik Industri Refenery terbakar hingga memakan korban luka karena meluapnya minyak ke Laut Dumai. Ironisnya, masalah ini belum tuntas, perusahaan diketahui publik membuang limbah pada malam hari di Kawasan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)  I Cabang Dumai dengan jumlah yang tidak dapat diperkirakan.  Dalam lingkup kecil yakni di Daerah Provinsi NTT, masalah yang berkenaan dengan lingkungan hidup pun tidak sedikit terjadi. Menurut data yang dicatat oleh Balai TN Matalawa, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Pulau Sumba pada tahun 2018 adalah 30 kali dengan total luas dari seluruh kawasan adalah 181.475 hektar dan sebagian besar yang terbakar adalah Kawasan Sumba Tengah. Bencana ini murni dilakukan secara sengaja dan sadar oleh manusia. Beberapa ulasan permasalahan tersebut hanya sebagian kecil dari begitu banyak persoalan yang nyata terjadi. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan membuat saya kian menyadari dan dengan tegas berpersepsi bahwa masalah lingkungan hidup pada hakikatnya persoalan moral.

Lingkungan hidup tidak cukup dipandang sebagai persoalan teknis. Demikian pun, krisis ekologi global yang terjadi dewasa ini adalah persoalan moral, krisis moral secara global. Hemat saya, melakukan tindakan buruk secara sengaja dan sadar adalah tindakan immoral terutama jika merugikan orang lain. Kita pun tidak dapat mengelak realitas bahwa berbagai masalah lingkungan yang terjadi di era kini sebagian besar diakibatkan karena perilaku manusia. Kerusakan dan pencemaran yang terjadi pada unsur-unsur non hayati bersumber dari perilaku manusia yang tamak, tidak bertanggung jawab, dan apatis. Tak heran, kita pun menyebutkan bahwa manusia merupakan faktor utama penyebab pencemaran dan kerusakan lingkungan.

 

Arne Naess, seorang Filsuf Norwegia yang menciptakan istilah “Deep Ecology” mengatakan bahwa krisis lingkungan hidup yang besar-besaran terjadi dewasa ini hanya dapat diatasi dengan mendobrak manusia agar melakukan perubahan cara pandang dan perilaku terhadap alam secara fundamental dan radikal. Saat ini, tidaklah cukup hanya dengan memprioritaskan pola hidup atau gaya hidup baru tiap individu melainkan kebiasaan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini berarti, sangatlah perlu untuk merumuskan etika lingkungan hidup sebagai pedoman bagi manusia untuk membangun relasi secara baru dengan alam semesta. Setiap individu dituntut untuk setidaknya memahami etika lingkungan hidup yang baik dan benar. Lebih daripada itu, tidak cukup dengan memahami tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam berinteraksi dengan alam sebagai akar kehidupan manusia itu sendiri. Ikhtiar yang dapat dilakukan dapat dimulai dari hal yang paling kecil namun dibiasakan seperti membuang sampah pada tempatnya. Alhasil, kebiasaan kecil yang dilakukan akan menjadi budaya yang sangat baik menuju terciptanya lingkungan hidup yang sehat bagi banyak jiwa yang tidak dapat diperkirakan jumlahnya.

Hemat saya, krisis lingkungan hidup global yang membanjiri dunia di hari ini pada hakikatnya bersumber pada kesalahan fundamental-filosofis dalam pemahaman atau cara pandang manusia mengenai dirinya, alam, dan tempat manusia dalam keseluruhan ekosistem. Hingga pada waktu tertentu, penyimpangan perspektif ini memunculkan sepak terjang yang cacat terhadap alam. Kondisi ini menjadi awal dari semua bencana lingkungan hidup yang kita alami sekarang ini. Atas dasar itu, penataan terhadap pola perilaku manusia dalam berinteraksi dengan alam menjadi prasyarat untuk dilakukan.

Kekeliruan pandangan ini berakar dari etika antroposentrisme, yakni perspektif yang menilik manusia sebagai pusat dari alam semesta, dan hanya manusia yang mempunyai nilai sedangkan alam dan seluruh isinya sekadar alat pemuas kepentingan dan kebutuhan manusia. Terlebih, manusia dipandang sebagai penguasa atas alam dan seluruh isinya yang selanjutnya berakibat pada ketamakan dalam bentuk tindakan semena-mena terhadap alam yang tidak hanya merugikan diri sendiri melainkan banyak orang.

Krisis ekologi ini dapat dipadamkan dengan perubahan paradigma dalam ilmu pengetahuan yang tidak lagi bersifat mekanistis-reduksionistis tetapi bersifat holistis, juga ekologis. Hal ini menginterpretasikan bahwa semua ilmu pengetahuan termasuk teknologi didefinisi pula secara moral termasuk korelasinya dengan lingkungan hidup. Dalam hal ini, eksistensi setiap ilmu pengetahuan termasuk teknologi harus meninjau dampaknya terhadap lingkungan. Ilmu tidak sekadar dirumuskan tetapi perlu untuk ditelaah terlebih dahulu agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Tentu saja, eksekutor dari semua ilmu pengetahuan adalah manusia yang diketahui sebagai akar utama adanya krisis ekologi.

Maka dari itu, moralitas manusia perlu dibenahi sejak dini. Pembenahan terhadap moralitas ini memerlukan komitmen yang kemudian bersinergi menjadi sebuah gerakan. Bukan lagi tugas WAHLI, bukan juga tugas Ahli Lingkungan Hidup, apalagi tugas pemerintah melainkan tugas kita semua sebagai individu yang sadar dan nyata terlihat masih berpijak di bumi ini untuk memelihara dan merawat lingkungan hidup sebagai salah satu kekayaan yang dengan cuma-cuma diberikan untuk menyempurnakan kehidupan makhluk hidup. Sinergi gerakan yang dapat dilakukan dapat ditunjukkan dengan hal-hal kecil. Membiasakan diri untuk selalu menjaga kebersihan tempat kita tinggal, menyadarkan diri sendiri untuk tetap mengawat sampah sebelum akhirnya menemui tempat sampah, membuat pekarangan di depan rumah, membawa kresek berbahan kain setiap bepergian untuk belanja agar mengurangi sampah plastik dan masih banyak lagi. Kita sudah tak harus melakukan gerakan besar-besaran yang barangkali hanya rutin sekali seminggu dilakukan dan berdampak untuk sehari saja. Gerakan yang paling kecil ini dapat dilakukan setiap hari dan memiliki dampak yang berkelanjutan. Tidak perlu bertanya siapa yang harus bertanggung jawab dan apa yang lingkungan berikan kepada kita tetapi adalah keharusan untuk kita bertanya apa yang dapat kita lakukan terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan kita.

Krisis lingkungan  yang kian marak tentu saja dapat diredam jika dalam kehidupan setiap individu menanamkan etika ekologi. Hal lain yang tidak dapat disangkal adalah kegiatan atau proyek pembangunan yang memerlukan lokasi sebagai bagian dari suatu ekosistem. Aktivitas ini tentu saja akan memberikan dampak terhadap ekosistem itu (lingkungan). Dalam artian dampak kegiatan ini tidak dapat dihilangkan secara total. Namun demikian, dengan beretika ekologi maka manusia dapat memikirkan upaya dalam memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif sehingga kerusakan yang ada dapat ditoleransi oleh lingkungan. Salah satunya, dengan pengelolaan lingkungan yang berasaskan pelestarian lingkungan.

Pelestarian lingkungan memuat 2 pengertian yakni, 1) yang dilestarikan adalah fungsi lingkungan hidup itu sendiri. Suatu lingkungan dapat berubah karena adanya pembangunan, tetapi fungsi lingkungan tetap dipertahankan. Contoh, suatu areal yang ditumbuhi dengan berbagai jenis pohon akan digunakan untuk membangun indsutri. Pohon-pohon yang ada boleh saja ditebang tetapi dalam perencanaan harus disediakan areal terbuka dan lokasi untuk tanaman penghijauan. Dengan demikian, fungsi pohon-pohon yang ditebang untuk pembangunan akan diganti oleh areal terbuka; 2) yang dilestarikan adalah lingkungan itu sendiri, an sich. Misalnya, keberadaan Hutan Lindung, Taman Nasional, Cagar Alam, yang harus tetap dipertahankan (tidak boleh diganggu). Dalam hal ini, kegiatan pembangunan tidak boleh dilakukan di lingkungan itu karena fungsinya tidak dapat dilestarikan dengan adanya kegiatan pembangunan.

Pada realitanya, dalam rangka memusnahkan ancaman krisis lingkungan hidup ada begitu banyak kebijakan pemerintah namun tercatat hingga hari ini masalah lingkungan tidak pernah berujung. Pasalnya, masih ada begitu banyak oknum yang secara sadar dan sengaja tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Hemat saya, hal ini terjadi karena minimnya etika/moralitas individu tentang ekologi. Tidak heran, setiap hari media diramaikan dengan begitu banyak pembicaraan tentang masalah lingkungan sehingga sudah menjadi hal yang lumrah terjadi. Merumuskan kebijakan saja tidaklah cukup tetapi yang paling utama eksekusi/gerakan yang nyata dari rumusan kebijakan yang ada. Gerakan yang tidak hanya dilakukan oleh sekelompok orang melainkan setiap individu dituntut untuk itu. Kapan lagi kalo bukan dimulai hari ini? Siapa lagi kalo bukan kita? Sebab sesungguhnya kerusakan alam bukan terjadi pada kita, melainkan karena kita.

 


Kupang, 30 Mei 2022

Anansia Siena

 

 

 

Bahasa sebagai Jembatan Komunikasi dalam Pembangunan Politik Indonesia

                  Gambar 1. Peserta SSP Batch 2 Kelompok V usai pertemuan dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nasional dan Kedepu...