Akhir-akhir ini, saya banyak update tentang banyak tokoh yang dari mereka saya belajar banyak hal positif untuk kemudian berusaha untuk terus melakukan hal-hal baik bagi diri sendiri dan orang lain. Ada begitu banyak tokoh yang dengan ceritanya masing-masing super duper keren membuat saya hanya bisa mengangguk-angguk karena saking kagumnya. Sebut saja, Jerome Polin, Leonardo Edwin, Ibu Sastia Putri, Kak Celine, Kak Sabrina, Kak Zhafiraa dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya yang tak pernah henti menjamu cerita-cerita insipiratif tentang bagaimana mereka bisa mencapai banyak hal dengan waktu yang tiap kita sama 24 jam sehari.
Jadinya, saya merenung dan menyimpulkan sendiri jika mereka pada hakikatnya memiliki effort yang lebih dalam memaksimalkan waktu 24 jam yang Tuhan sudah kasi. Toh mereka juga manusia biasa sama seperti saya yang dianugerahi indera yang sama (hanya mungkin berbeda pada latar belakang keluraga, ekonomi, sosial dll). Tapi sejatinya, mereka sudah berusaha memaksimalkan waktu 24 jam sehari dlm hidup mereka dengan sebaik-baiknya.
Lalu kemudian, saya coba apply hal-hal positif dalam diri mereka. Se-simple listing down any activities yang bakal saya lakukan di esok harinya dan membiasakan diri untuk refleksi sbg evaluasi untuk perubahan di hari esok yang dilakukan malam sblm go to rest. Awalnya saya ambis untuk apapun yang terjadi saya harus bisa mencapai hal besar seperti yang kakak2 ini capai. Namun realitanya biar memaksimalkan sebisa saya waktu 24 jam sehari tetapi progress yang saya peroleh hanya sedikit dan sangat jauh dari apa yang mereka gapai. Situasi ini kemudian yang membuat saya realize beberapa hal yang saya berharap bisa bermanfaat buat siapa saja yang membaca tulisan saya ini.
1. Tiap orang ternyata punya titik start yang berbeda. Titik start saya dan Jerome tentu berbeda jauh. Si Jerome sdh pada level 10 dan saya baru di 1. Dan emang kita ga pernah bisa harus sama dengan orang lain. Jalan kita itu beda2. Akhirnya saya menyadari benar adanya apa yang disampaikan Kak Imam dalam salah satu takarir unggahannya di instagram "You do you. What works for me might not work for you". Artinya bahwa lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Apa yang berfungsi atau bekerja pada diri saya mungkin tidak bekerja untuk diri kamu. Jadi, ga usah terlalu berusaha jadi seperti orang lain. Berjuang ajah sebisa kamu. Kalo udah maksimalkan waktu kamu sehari itu dg hal2 baik ajah itu udah jadi hal yang harus diapresiasi.
2. Cerita hidup orang kadang kita cuma lihat dari hasilnya saja tapi perjuangan atau proses yang orang itu lewati kita ga pernah peduli. Pdhl si Jerome yang bisa buka begitu banyak lapangan pekerjaan dan mempekerjakan begitu banyak orang, kerjanya begitu berat. 1 menit ajah waktu sllu diisi dengan hal-hal positif. Jadi, mari kita merefleksikan proses yang orang lewati daripada hanya melihat hasilnya. Proses ini sebenarnya kemudian yang menjadi pelajaran untuk kehidupan kita. Tetapi tetap kembali ke poin pertama.
3. Comparing values kita sama values orang lain adalah hal buruk yang sangat mempengaruhi perkembangan diri kita bahkan kebahagiaan kita untuk melewati hari-hari hidup kita. Nilai hidup kita itu bukan dari seberapa banyak prestasi yang kita miliki, bukan seberapa banyak hal baik yang kita lakukan tetapi menurut saya hal pertama yang menjadi values diri adalah sejauh mana kita mencintai diri kita dengan mengisi setiap waktu kehidupan dengan hal-hal yang tidak merugikan pertama diri sendiri baru kemudian orang lain. Oleh karena itu, mari embrace everything in our life.
I guess, that's enough. Selamat mulai mempersiapkan diri untuk setiap rencana minggu ini teman-teman. Sehat dan bahagia selalu ~~~~~
Upsss, anyway!!! Kalo ga keberatan boleh dong share pendapat kalian tentang tulisan2 saya yang iseng2 ini. Kritik dan saran kalian sangat saya butuhkan hehehe. Kalo bermanfaat, jgn lupa dishare hehe biar yg lain kebagian berkatnya gesss. Thank you ya
Kupang, 5 Maret 2023
Siena
