Terkadang jalan kehidupan kita tidak dapat diterka. Berdasarkan pengalaman hidup saya, saya menemukan kenyataan bahwa banyak kejadian yang terjadi dalam hidup saya tidak pernah saya duga. Dalam hal ini, setiap cerita yang terukir acapkali berbanding dari rencana/planning kita.
That's why sometimes, I recognize kuasa Tuhan. I realize that "sebagai manusia saya, kamu, dan kita memiliki banyak rencana namun selalu yang merestui adalah kehendak Tuhan". Dengan ini, saya 100% percaya keterlibatan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup saya. Saya mengakui jika yang terjadi adalah kehendak Tuhan yang paling baik. Sehingga, sudah saatnya untuk tidak terlarut dalam kesedihan ketika yang terjadi tidak seperti yang diharapkan melainkan mari mengubah kesedihan itu dengan bersyukur.
Saya memulai cerita tentang Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) kami dengan value kehidupan tersebut di atas karena PKM-PM yang kami jalani juga tidak berbeda jauh dengan value kehidupan tersebut di atas. Mari kita mulai......
Oktober 2020 adalah waktu yang mana saya dan beberapa teman se-Kampung berani membentuk komunitas "Sahabat Lentera Desa". Teringat dengan baik, saat itu kami berhimpun dalam sebuah ruangan kecil berjumlah 6 orang (ka Ratna, ka Fabhy, Jhonal, ka Aris, Yani, dan saya). Sebab sehingga inisiatif ini adalah kondisi pandemi covid-19 yang saat itu sangat ganas terjadi di mana-mana termasuk kampung kami (Rejo, Watu Lanur, Nggola-Poco Ranaka). Kelanjutannya bisa dibaca pada media sosial Sahabat Lentera Desa through this link: https://www.instagram.com/tv/CMmzcWxA95B/?utm_source=ig_web_copy_link
Singkat cerita, karena besarnya mimpi saya dan teman-teman Sahabat Lentera Desa untuk berbagi dengan anak-anak di pedesaan maka kami mulai research berbagai lomba yang dapat komunitas ikuti sehingga memperoleh dana untuk support program di komunitas kami. And, finally kita menemukan informasi tentang Program Kreativitas Mahasiswa. Lalu coba untuk ikut serta dan puji Tuhan lolos pendanaan oleh Dikti dengan judul "Rumah Pintar sebagai Jembatan menuju Masyarakat Leong yang Cerdas dan Berkarakter. Sedikit cerita tentang perjalanan mengerjakan proposal ini. Saya membentuk tim dengan 4 teman saya lainnya. Sebut saja, ada Elma, Zelia, Ajeng dan ka Hori. Kebetulan sekali saya, Elma dan Zelia sekelas dalam perkuliahan, Ajeng berasal dari prodi Hukum dan ka Hori prodi Kimia FKIP. Kami berani memutuskan untuk coba ikut adalah H-5 deadline pengumpulan proposal. Alhasil, dengan kerja keras dan tentunya doa, kami memperoleh hasil yang memuaskan yang mana menjadi satu-satunya proposal yang lolos didanai dari Universitas Nusa Cendana hingga pada 14 Juni 2021 kami berangkat ke Manggarai bersama Bapak Odi sebagai Dosen Pembimbing dan berada di sana hingga 6 September 2021 dan tentu saja kami merangkai begitu banyak cerita yang enggan untuk dilupakan (akan saya cerita in next writing ya...)
Mungkin teman-teman juga memiliki mimpi yang sama yakni lolos pendanaan PKM khususnya PKM-PM. Oleh karenanya, langsung saja here are the tips and trick :
Disclaimer : apapun yang ditulis murni berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman tim
1. Pahami dan pelajari dengan baik Buku Pedoman Pelaksanaan PKM
Jadi, biasanya tiap tahun panitia penyelenggara PKM menyediakan buku pedoman yang menjadi acuan bagi mahasiswa dalam menulis proposal. Di dalam buku pedoman tersebut memuat penjelasan tentang jenis-jenis PKM dan hal-hal teknis seperti ketentuan penulisan (sistematika penulisan, jumlah halaman untuk tiap bagian, font size, jenis huruf dan lain-lain). Teman-teman harus pahami dengan cermat dan teliti. Saat sudah mulai menulis, teman-teman harus benar-benar mengikuti apa yang ada dalam buku pedoman.
2. Research dengan baik masalah yang terjadi pada target sasaran program
Untuk PKM-PM, maka teman-teman sangat perlu untuk melakukan penelitian terkait masalah utama yang terjadi di lokasi sasaran program teman-teman akan dijalankan. Bila perlu, sangat disarankan untuk mengetahui dengan baik lokasi sasaran tersebut dan minimal sudah membangun komunikasi dan relasi yang baik dengan pihak mitra. Hal ini bisa dilakukan dengan mengunjungi lokasi secara langsung atau jika kondisi tidak memungkinkan untuk observasi di lapangan bisa melalui wawancara kepada tokoh masyarakat, dll. At least, teman-teman tidak mengkaji data hanya berdasarkan reseacrh melalui internet tanpa menggali informasi langsung dari tokoh-tokoh yang ada di lokasi sasaran.
Selain itu, perlu diingat perhatikan juga dengan saksama petunjuk dalam buku pedoman terkait ketentuan mitra program. Karena tahun 2022, mitra program PKM-PM bukan pemerintah desa melainkan bisa berupa lembaga pendidikan.
3. Merumuskan judul proposal se-menarik mungkin
Judul proposal menurut saya dan teman-teman tim tentu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persentase kelolosan. Karena, pembaca/reviewer memberikan perhatian dan rasa ingin tahu yang besar sehingga mau membaca lebih jauh proposal hanya ketika melihat judul proposal kita. Toh, saat pertama kali menerima tulisan kita, yang dibaca pertama adalah judul proposal. Oleh karena itu, kemas dengan baik judul proposal kamu. Bisa meminta bantuan kakak/senior/Dosen/teman/kenalan kamu untuk review judul yang sudah timmu buat.
Pada bagian ini, teman-teman juga harus mengemas dengan baik program yang teman-teman tawarkan dalam proposal teman-teman. Sangat disarankan untuk menawarkan program yang dalam implementasinya tidak sementara hanya saat PKM-PM tetapi dimungkinkan menjadi program yang berkelanjutan/sustainable
4. Mempersiapkan segala berkas yang dibutuhkan jauh hari sebelum deadline
Satu hal buruk yang saya dan teman-temaan tim lakukan adalah mengerjakan proposal kami ketika H-5 deadline. Tentu banyak hal negatif yang akan terjadi jika mengerjakan sesuatu pada waktu yang mana deadline sudah dekat seperti salah sataunya submit proposal di hari-H tentu memberikan kemungkinan terburuk proposal kita tidak bisa dikirim karena banyak yang mengakses sistem tersebut. Oleh karenanya, usahakan kerjakan segala berkas persyaratan/lampiran, isi tulisan jauh hari sebelum deadline dan usahakan submit H-1 minggu deadline.
5. Komunikasi yang baik antar anggota tim
Melalui tulisan ini, I would like to say my gratitude to my super cool team (Zelia, Ajeng, Elma dan ka Hory). Karena meskipun memiliki waktu yang sangat sedikit kami dapat menyelesaikan dengan baik proposalnya tentu karena kerja sama yang sangat baik antar tim. Tipsnya: sebagai ketua tim menggali lebih dalam tentang kemaampuan anggota tim lalu membagikan tugas tiap anggota tim sesuai dengan kemampuan mereka. Diusahakan agar setiap anggota tim memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan dan tidak boleh lupa untuk selalu remind terkait deadline penyelesaian tanggung jawab masing-masing anggota tim.
Selain itu, agar setiap anggota memiliki jobdesk yang jelas maka bisa di-eloborate menjadi beberapa divisi yang kemudian masing-masing anggota tim ditempatkan pada tiap divisi yang ada. Divisi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dalam pengerjaan proposal bahkan hingga kemungkinannya teman-teman mengeksekusi program tersebut. Misalnya: ketua, sekretaris, bendahara, fotografer, dll.
6. Re-read your proposal and ask your Dosen Pembimbing or another people to give feedback
Setelah proposal teman-teman selesai dibuat, jangan pernah sungkan untuk meminta masukan Dosen Pembimbing/ teman atau siapapun itu yang teman percayakan. Selain itu, teman-teman sendiri juga harus mengecek kembali typo, kesalahan penggunaan tanda baca, huruf kapital, penulisan menggunakan KBBI, dll. Beberapa hal ini mungkin sepele tetapi sangat penting bagi para reviewer. Karena kualitas penulisan juga mencerminkan kualitas diri kita.
Terima kasih yang tak terhingga untuk Bapak Odi Selan sebagai Dosen Pembimbing PKM-PM kami yang telah dengan sepenuh hati membimbing kami hingga program kami selesai.
Last but not to be least...
7. Berdoa
Selipkan setiap mimpi teman-temann dalan doa. Karena bagaimanapun, waktu Tuhan selalu yang terbaik. Tugas kita adalah berusaha sebisa mungkin.
Melalui tulisan ini, saya mau berterima kasih kepada Bapa Mikael Gasar dan Mama Agnes Lin yang selalu support kami sejak pertama kali mau coba mengusulkan program ini, ka Iwan, Pak Bobi, Bapak Dosen Pembimbing (Bapak Odi tercinta), ka Abel, ka Diana, ka Andi, dan Bram yang mau diganggu ketika meminta pendapat mereka terkait judul proposal kami, Civitas Universitas Nusa Cendana dan FST Kimia secara khusus, Masyarakat Desa Leong dan tak terlupakan sekali lagi terima kasih seribu untuk teman-teman tim (Zelia, Elma, Ajeng dan ka Hori)
Okay, teman2! that's all for the tips. Semoga membantu! Kalo ada request topic untuk saya tulis dalam blog saya, silakan drop pada kolom komentar. And certainly, I need your feedback for improving my skill in writing. Therefore, left it on the comment section! Thank you!
Kupang, 23 Februari 2022
Anansia Siena
Woooowww the best
BalasHapusMansyap, inuk 🍃
BalasHapusMantap, Siena dan teman2
BalasHapusH-5 tidak menjadi masalah berarti yaa selama timnya solid dan bekerja maksimal.
Selamat berjuang
Mantap Ka Siena, Sukses buat kak dan tim solidnya..
BalasHapus