Rabu, 01 Juni 2022

Only Your Self that Yours

2 Minggu terakhir, I faced a problem that a bit funny if I've to remember that hehehe. But, one thing that I'm grateful is that in every single problem that I faced, I always got new insights that I guess it might be bekal for my future. Lemme share you here!

Kalian pernah ga punya sahabat? teman? atau pacar? Atau gini deh, do you guys still have parents? Ku pengen tahu lebih dalam bolehlah yah..... Seberapa besar sih sayang kalian sama orang-orang yang kalian kasihi? Lemme guess, y'all assuredly really love ur parents, your girl/boyfriend, ur best friend right? Siapa sih yang ga sayang sama ortunya. I my self, sangat mencintai orang tuaku, my best friend, my siblings even orang-orang yang baru ku kenal baik di komunitas, tanah rantau atau sekadar berpapasan ku telah menaruh rasa sayang pada mereka. Bahkan, for this time, I can't descirbe in word how much I love my beloved one especially my parents.

Tapi, sadar ga kalo ternyata siapapun mereka di luar diri kita sendiri bukanlah milik kita. Sama sekali BUKAN!! Pun sebaliknya, they have their own life, their own self that would be their ever after. This is the value that I would love to share y'all. Entah pacar, entah teman, entah orang tua, entah sahabat mereka bukan milik kita. Yang menjadi milik kita selamanya adalah diri kita sendiri. 

Ketika kamu dibanjiri perasaan suka dan duka emang iya mereka bakal ada tetapi gimana bisa melewati semuanya dengan tetap penuh sukacita adalah DIRI KAMU SENDIRI. Right? Bukan berarti saya melarang teman-teman untuk mencintai orang-orang di sekeliling kalian. No way! I just want you guys tahu mencintai diri kalian for the first place. Tuhan juga mengharapkan kita mengasihi orang lain right? Tapi, ingat! Tuhan mengharapkan kamu mengasihi mereka sama seperti mengasihi diriMU sendiri. 

Karena, we all have to recognize jika penolakan, kehilangan, perpisahan pasti akan selalu ada dalam kehidupan kita. It is totally wajar if you're sad, if you're cry, if you're feeling guilty, or etc. Tapi, yang tidak wajar adalah kamu terlarut dalam kesedihanmu sampai lupa kalo kamu masih punya hari yang panjang untuk kamu lalui. Waktu yang teramat panjang yang Tuhan sudah berikan dan untuk melewati hari-hari itu kamu butuh DIRI KAMU yang kuat, sehat, dan gigih. Cintai diri kamu dengan tetap bersukacita. Jangan terlarut dalam luka! Bangkit yuk! Go refresh! Or visit Gramedia to spend your time with reading book. Explore too much positive things to heal your heart bestieeee!

Perjalanan hidup ini masih panjang lho ternyata. Kalo kamu sedih terus, kalo kamu terlarut dalam masalah kamu terus, lalu gimana dong dengan masa depan kamu yang harusnya sangat cerah dan menunggu kamu untuk meraihnya. Jadi, pada dasarnya apapun yang terjadi dalam kehidupan ini harus dengan ketegaran dan penuh sukacita kita harus mampu lewati. Masalah pasti ada. Penolakan pasti ada tapi ayo jadikan itu sebagai pelajaran berharga untuk kamu memulai hari kamu yang baru. Do some reflection that might help you to know what kind of kekurangan yang kamu miliki yang membuat masalah itu terjadi. Find your beloved one untuk sharing. Pastinya, ketemu Tuhan karena Dia selalu ada untukMu.

Last but not be the least, this is for all powerful women out there, ga pernah dipungkiri kalo manusiawi  punya perasaan cinta dengan laki-laki di luar sana. Poin yang pengen aku ingatkan adalah "Don't spend too much time untuk orang-orang yang tidak memperjuangkan kamu. Yang insecure dengan kesuksesan kamu. Raihlah cita-citaMu! Tetap bermimpi besar! Laki-laki yang kuat seharusnya sangat bangga memiliki kamu". Kalo ada penolakan, it is totally okay! Jangan terlarut dalam kesedihan. C'mon! Your future still waiting for you, girls! If they really love you, they will struggle for you not only by their words but more than that. It is ACTION! Cheers!


Kupang, 2 Juni 2022

Anansia Siena


1 komentar:

  1. This is the thing that I really want to hear right now !! Thanks for sharing ur thoughtful insights, this really helps a lot of people out there. Keep ur good spirit, love you 😘

    BalasHapus

Bahasa sebagai Jembatan Komunikasi dalam Pembangunan Politik Indonesia

                  Gambar 1. Peserta SSP Batch 2 Kelompok V usai pertemuan dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nasional dan Kedepu...