The photo above was taken when I took a vacation in village during my journey of senior high school and then Mama invited me to go to her school to help Mama taught her children. Habis wisuda, Siena kunjung lagi ke tempat mama mengajar yah, Ma..
Happy birthday, Mama Agnes Lin.... Ma, there is no words that could describe how much my love for you Ma. Terima kasih sudah menjadi Mama yang sabar, kuat, rendah hati, bijaksana that I couldn't ask more. Terima kasih sudah melahirkan, dengan sepenuh hati merawat kami bertiga dan mendidik kami dengan cinta dan kasih yang tidak dapat kami temukan pada tempat lain. Terima kasih, karena lelah tidak Mama hiraukan, pahitnya kehidupan Mama lewati dengan sangat luar biasa hingga membentuk kami dengan pribadi yang Mama bisa lihat hari ini. Terima kasih Mama sudah dengan sangat sabar mencintai kebaikan dan keburukan tingkah dan tutur kata kami. Terima kasih karena Mama sudah mengorbankan banyak hal untuk kebahagiaan kami. Mama sudah tidak peduli pada kebahagiaan Mama hanya demi kebahagiaan kami. Mama hanya selalu mengenakan pakaian yang sama dari tahun ke tahun karena harus menyisihkan uang untuk membiaya kehidupan, pendidikan kami. Ma, Anansia Siena mencintai Mama selama-lamanya. Cinta yang tidak pernah berubah kemarin, hari ini till the end of my life. Sekali lagi, HAPPY BIRTHDAY MY ROLE MODEL, MY POWERFUL WOMAN, MY ENDLESS SUPPORT SYSTEM. Kesehatan, anugerah cinta dan kasih Tuhan, umur yang panjang dan kebahagiaan senantiasa memahkotai hidup Mama selalu. God love you so much Ma and so do I 💓💓💓💓💓💓💓💓💓
In Mama's special birthday yang ke-54 tahun, saya ingin berbagi refleksi pribadi saya yang barangkali bermanfaat untuk teman-teman semua. Here, we go!!!
Mama adalah sosok yang benar-benar dari-Nya saya belajar banyak hal tentang cinta dan kasih seorang Ibu terhadap anak-Nya. Hal utama yang selalu saya tanam dan akui adalah orang tua baik Bapa maupun Mama pada hakikatnya Wakil Tuhan yang nyata terlihat di bumi sebagai tempat persinggahan kita. Menghormati orang tua menjadi awal yang baik untuk meraih mimpi-mimpi besarMu dalam hidup. Dan saya sangat percaya dengan hal demikian. I guess, this is value yang saya selalu sharing dengan siapapun yang saya jumpai. (Mungkin) ada beberapa teman yang kerap berpikir orang tua teman-teman tidak mencintai kalian dan terkadang iri dengan keakraban orang di sekeliling kalian dengan orang tua mereka even kalian kerap berpikir "Tuhan, betapa bahagianya mereka. Punya orang tua yang.....Kenapa orang tua saya tidak secinta itu kepada saya?" Hei, c'mon! Tidakkah kamu tahu jika orang tuaMu selalu menyelipkan namaMu dalam setiap doa mereka? Tidakkah kamu tahu jika jauh di sana mereka selalu membangga-banggakan anak mereka? Tidakkah kamu tahu jika mereka menyembunyikan lelah, kekurangan mereka hanya ingin kamu sebagai anaknya bahagia? I realized jika cinta tiap orang tua kepada anak-anaknya berbeda. Ada yang terekspresi secara jelas melalui ucapan, tindakan mereka. Ada juga yang mencintai dalam diam. Jadi, you have to know that "YOUR PARENTS ALWAYS PUT YOUR NAME ON THE FIRST PLACE IN EVERY SINGLE OF THEIR PRAYERS". Oleh karena itu, apapun kondisi yang kamu alami sekarang, keadaan orang tua yang tidak pernah damai (broken home), tetaplah terus berdoa yang terbaik untuk Bapa dan MamaMu. They truly love you, dear!
Just for sharing and this is the most special reflection of mine that Mama and world have to know about my Mama's biggest love for me.....
Dulu waktu masih SMP/SMA, biasanya kalau liburan (pulang ke rumah) Mama selalu bercerita tentang perjalanan kehidupan keluarga kami di sela-sela pekerjaan seperti masak, kerja di kebun, atau waktu berkumpul bersama setelah makan. Mama lahir dalam keluarga dengan penuh kekurangan. Mama adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara yang mana laki-laki hanya 1 orang. Ibu dari Mama meninggal ketika Mama masih berusia 2 tahun. Jadi, Mama dan ke-5 saudara Mama tinggal dengan Ibu Tiri (Ayah dari Mama beristri 3). Tetapi, menurut cerita Mama, Ayah (kakek kami) kala itu sangat bertanggung jawab atas ketiga istrinya. Orang tua Mama hanya petani biasa, yang tidak memiliki hasil pertanian khusus tiap tahun. Sehingga, biaya kehidupan keluarga hanya diperoleh dengan bekerja pada kebun orang lain atau setiap hari bekerja di kebun sendiri (menanam ubi, membajak sawah, dll).
Singkat cerita, Mama memiliki mimpi yang besar untuk melanjutkan pendidikan usai tamat SMP. Karena orang tua Mama tidak mampu akhirnya Mama tinggal dengan kakak pertamaNya yang sudah berkeluarga dan mereka membiayai studi Mama. Saat itu, Mama menempuh pendidikan SPG. Untuk mendapatkan uang saku (biaya pendidikan dan kehidupan) Mama harus pandai-pandai. Artinya, Mama harus rajin bekerja di kebun saat liburan agar saat kembali ke asrama, orang rumah memberikan uang sebagai bekal untuk biaya kehidupan di tanah rantau. Hingga akhirnya, Mama berhasil menyelesaikan studi di SPG dan mengajar di tempat Bapa tinggal.
Benar adanya, pepatah yang kerap digaungkan "Hidup itu harus dimulai dari nol. Untuk mencapai kebahagiaan kamu perlu melewati tangga-tangga kehidupan yang tentu saja tidak mudah". Mama menikah dengan Bapa yang meskipun hanya sosok petani dan tamat SMA saja (karena cinta yang besar hehehe). Pertama kali membangun kehidupan keluarga, Mama tidak hanya bekerja sebagai seorang Guru. Tetapi lebih daripada itu Mama juga banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di kebun. Usai mengajar di sekolah, Mama akan bergegas ke kebun (Such a wonderful woman that I've ever know and assuredly trul grateful to have Mama in my life). Tulis ini sambil nangis wehhhhh....... My father also just comes from family yang tidak berbeda jauh sama Mama. Mereka hidup mostly cuma makan jagung dan ubi. Nasi ala kadarnya (kalau ada berkat). Till someday (in 2002) when I was 2 years old, terjadi musibah di desa kami. Terjadi perkelahian antar kampung karena persoalan tanah and thank God our family was safe. Gimana perjuangan Mama pada saat itu (try to safe me as her gorgeous treasure) dari orang-orang yang mau membakar rumah is something yang make me still proud of Mama. How lucky I am to have a powerful mother like Mama Nes. Ma, your love couldn't describe in word. Siena sayang sekali sama Mama💗💗💗💗💗
Till one fine day, Tuhan izinkan keluarga kami memperoleh berkat yang luar biasa. Melalui segala pengorbanan, lika-liku kehidupan, kepahitan, akhirnya Bapa Mama berhasil membangun rumah sendiri and we can live without any fear. God is good all the time. Tetapi, didikan Mama tidak pernah berubah. Cinta dan kasih Mama tidak pernah berubah. Kami selalu diajarkan bagaimana hidup selalu penuh dengan syukur. Apapun itu. Sesuap nasi tanpa lauk tiap hari saja adalah hal yang harus tetap disyukuri. Mama mengajarkan kami bagaimana hidup apa adanya. Mencintai kesederhanaan seperti apa.
This might be the funniest part for you but something yang I have to proud dari didikan Mama. Mama mengenakan pakaian yang sama dalam 2 hari baru kemudian diganti kecuali pakaian dalam tentunya. Why do my mom teach us like that? I know, it is not good for our health kalo ditelaah lebih jauh. Tetapi, for people dengan kekurangan yang ada (punya pakaian beberapa saja, punya uang beberapa saja untuk membeli detergen, dll) harus melakukan ini. Salah satu cara gimana buat hidup hemat. I don't really shy to share other people about this one. Sebaliknya, I proud of Mama. Karena didikan Mama, akhirnya kami as her children terbiasa untuk menghargai sekecil apapun berkat yang kami peroleh dalam hidup kami. Besides, Mama itu ga pernah lho gonta-ganti pakaian. Kalaupun beli pakaian baru mungkin sekali dalam 2 tahun. Dulu bahkan tidak pernah beli pakaian baru. Even sekarang, Bapa dan Mama memiliki berkat yang lebih tetapi Mama ga pernah gonta-ganti pakaian. Justru, when we asked for beli pakaian baru, Mama ga pernah bilang "Mama, ga ada duit" NEVER! My mom selalu memenuhi permintaan kami selama hal itu menyenangkan hati kami dalam hal positif tentunya. Tetapi penampilannya sendiri, Mama tidak pernah peduli. See! Betapa besarNya cinta seorang Mama!
Sampai hari ini (di usianya Mama yang ke-54 tahun), Mama tetap menjadi sosok Mama puluhan tahun yang lalu. Mama memiliki peran yang begitu banyak. Menjadi Guru untuk anak-anak di tempat Mama bekerja, menjadi Guru sekaligus Ibu untuk Bapa dan kami anak-anak di rumah, menjadi Bendahara dalam keluarga. Mama sangat mencintai anak-anak didikanNya di sekolah. Mama sangat loyalitas. Bekerja bukan sekadar karena tanggung jawab tetapi lebih daripada itu Mama ingin anak-anak didikan Mama di sekolah menjadi pribadi yang cerdas dan berdampak tidak hanya bagi dirinya sendiri melainkan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara hanya demi kemuliaan nama Tuhan. Poin sama yang Mama impikan dan selalu ajarkan kepada kami anak-anak Mama di rumah.
Desember 2021 kemarin, ketika Bapa, Mama, dan saya ke Jogja menghadiri acara wisuda kakak sulung I was melted sama cinta Mama sama anak-anak didikannya di sekolah. When, I asked Mama buat lebih lama lagi di Jogja (sementara Mama cuma izin dari sekolah 1 minggu) Mama was said "Kasihan anak-anak di sekolah. Sudah tidak bisa membaca, tidak bisa menulis lagi. Jadi, Mama harus segera pulang. Toh, izin juga hanya untuk seminggu". Oh Gosh! My mom is wholeheartedly love her children in school.
Kalau pulang libur, biasanya saya menjadi anak yang paling Bapa Mama rindukan (Wulan dan ka Epang jangan iri e hehehhe) untuk urut. Karena entah kenapa kata Bapa Mama tangan saya adalah tangan yang paling bagus dan rasanya enak kalau urut Bapa Mama. Hehehe. Jadi, tiap kali liburan pasti sudah menjadi kewajiban untuk saya urut Bapa Mama. Mungkin karena Mama merasa iba dengan tangan saya yang mungil ini hahaha, Mama selalu bilang "Mama tidak usah urut. Mama tidak capeh". Ternyata, Mama is so tired but she don't want her beautiful girl capeh juga karena urut Mama. Lagi-lagi, daku mewek tulis ini wehhh....... But, frankly saying I really proud and appreciate my beautiful, strong, and favorite mama.
That's my story about Mama. Masih banyak sekali sih tetapi for this part segituuu dulu. What are the things that I gonna remind y'all adalah "Your parents spesifically your Mom wholeheartedly love you" Then, refleksi bagi kita bersama adalah "sudah sejauh mana kamu mencintai orang tua kamu especially mama kamu? Kita ga pernah bosan bahkan ga pernah alpha barang sehari saja untuk berkabar dengan pacar kita, tetapi pernahkah kamu berkabar atau menanyakan kabar ortu kamu as the one yang ga pernah lupa sama kamu?
Orang tua kita tidak meminta kita harus membalas jasa mereka dengan materi bahkan "meminta" kita untuk membalas jasa mereka pun tidak pernah mereka lakukan. Tetapi, sebagai seorang anak sudah sepatutnya kita membalas jasa mereka. Tidak harus besar-besar kok. Kalau sekarang Bapa Mama percayakan kita untuk sekolah, yuk gunakan waktu dengan baik untuk belajar dengan tekun, agar kelak menjadi pribadi seperti yang kita mimpikan. Dan sesungguhnya orang tua hanya menikmati perasaan bangga atas pencapaian anak-Nya. Oh iya, jangan lupa berkabar atau tanyakan kabar orang tuaMu tiap hari ya. Mereka semakin menua lho. Waktu bisa ajah berulang tapi momennya ga akan bisa diulang lagi.
Ga ada kata terlambat untuk siapapun itu. Go contact your mom and then don't be shy to say "Ma, you have to know that I really love you. Forgive me for all of my mistakes and I'll always try my best. Don't go, Ma. I need you everday"
Ma, terima kasih dan maaf untuk segala kesalahan Siena. I'll always try my best for my happiness and create a hapiness too in your life. Once again, HAPPY BIRTHDAY MA. I LOVE YOUUUUUUU
Kupang, 13 Juni 2022
Anansia Siena

Tidak ada komentar:
Posting Komentar